Menjadi Pembaca Aktif

Tujuan Pembelajaran kali ini teman-teman diharapkan mampu mengenal unsur pembangun buku dan merangkum buku serta menalaah unsur buku

Gambar 1.
Sumber : belajar-membaca.com

A.Membaca dan Mengenal Unsur Pembangun Buku Nonfiksi
Secara garis besar buku yang kita baca dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu buku fiksi dan buku nonfiksi. Buku nonfiksi berisi gagasan/ide/perasaan penulis yang bersifat fiktif imajinatif. Buku fiksi perlu kita baca untuk menambah wawasan, memupuk minat baca, dan memupuk kreativitas.
Sedangkan buku nonfiksi memaparkan ilmu pengetahuan baik secara teknis maupun secara populer.

B.Merangkum Buku
Rangkuman adalah hasil menyarikan semua gagasan gagasan pokok/intisari suatu karangan atau buku menjadi bentuk yang ringkas atau pendek. Rangkuman tidak boleh mengubah ide pokok (gagasan pokok) teks aslinya.

C.Menelaah Unsur Buku dan Membuat Komentar
Unsur Buku Nonfiksi yang dapat dikomentari yaitu :
a. Bagian cover buku
b. Rincian sub bab buku
c. Rincian sub bab buku
d. Isi buku
e. Cara menyajikan isi buku
f. Bahasa yang digunakan
g. Sistematika
Unsur Buku Fiksi
a. Sistematika
b. Rincian subbab buku
c. Judul subbab
d. Tokoh dan penokohan
e. Tema cerita
f. Bahasa yang digunakan
g. Penyajian alur cerita

D.Mengamati Contoh Komentar Terhadap Buku Fiksi dan Non Fiksi
Struktur komentar terhadap buku terdiri atas:
1. Data Buku
2. Info singkat tentang terbitan/edisi
3. Ringkasan cerita
4. Tanggapan
5. penulis tentang cerita
6. Penilaian terhadap buku
7. Data Penulis

Referensi : Buku Paket Bahasa Indonesia Kemdikbud,SMP Kelas 7 smt 1

Soal
1.Buatlah ringkasan buku “Laskar Pelangi” yang sesuai dengan unsur-unsur dalam meringkas buku!
2.Bagaimana tanggapan Anda tentang buku”Laskar Pelangi” ? Apakah sudah memuat unsur-unsur buku ?
3.Buatlah perbedaan yang signifikan antara buku fiksi dan buku non fiksi!

Menyibak ilmu dalam Laporan Hasil Observasi

Tujuan Pembelajaran kali ini teman-teman diharapkan mampu mengidentifikasi teks hasil observasi serta menelaah struktur dan kaidah kebahasaan.

Sumber : Faktakah.com

A.Mengidentifikasi Teks Hasil Observasi
Teks laporan hasil observasi dapat berbentuk buku referensi (ensiklopedia), film dokumenter, hasil penelitian, dan lain-lain.
Tujuan teks laporan observasi adalah untuk memperinci, mengklasifikasi, dan memberi informasi faktual tentang orang, hewan, objek, atau fenomena.
Ciri-ciri Teks Hasil Observasi :
– Isi yang dibahas adalah ilmu tentang suatu objek/ konsep.
– objek yang dibahas bersifat umum sehingga menjelaskan ciri umum semua yang termasuk kategori/ kelompok itu.
– Bertujuan menjelaskan dari sudut pandang ilmu.
– Objek atau hal dibahas secara sistematis, dirinci bagian-bagiannya, dan objektif.
– Memerinci objek atau hal secara sistematis dari sudut ilmu (definisi, klasifikasi, jabaran ciri objek).

B.Menyimpulkan Isi Teks Laporan Hasil Observasi yang Berupa Buku Pengetahuan yang Dibaca dan Didengar
Tahapan yang harus dilakukan ketika akan menyimpulkan isi teks laporan hasil observasi adalah:
1. Apa yang dibahas pada teks tersebut?
2. Apa saja bagian-bagian yang diperinci?
3. Memilah topik utama dan bagian-bagian yang terdapat pada tiap paragraf.
4. Tulislah informasi penting yang terdapat pada paragraf.

C.Menelaah Struktur dan Bahasa Teks Hasil Observasi
Sruktur teks laporan hasil observasi mencakup pernyataan umum, deskripsi bagian, deskripsi manfaat, simpulan
Pada saat akan menelaah bahasa pada teks laporan hasil observasi yang harus anda lakukan adalah:
* Mendaftar Istilah pada Teks Hasil Observasi.
* Melengkapi Teks Laporan Hasil Observasi.
* Memperbaiki Kepaduan Paragraf.
* Menyunting kalimat yang mengungkapkan klasifikasi
* Menyunting kalimat-kalimat boros.
* Menelaah prinsip penggunaan kata, kalimat, tanda baca dan ejaan.

D.Merangkum dan Menyajikan Laporan Hasil Observasi
Langkah Menulis Teks Hasil Observasi :
1. Menentukan topik yang akan ditulis.
2. Menyusun Kerangka Laporan.
3. Menentukan informasi yang diperlukan dan cara mencari informasi.
4. Menata informasi dan hasil rangkuman menjadi teks hasil laporan observasi
5. Menata informasi yang diperoleh sesuai struktur teks hasil observasi.
6. Memvariasikan kalimat dan pengembangan paragraf pada teks laporan hasil observasi.

Referensi : Buku Paket Bahasa Indonesia Kemendikbud,Kelas VII Smt 1

Soal
1.Observasi dapat dilakukan secara tidak langsung dengan cara ….
A.Mengamati
B.Mendengarkan
C.Menyaksikan
D.Melakukan
E.Merasakan


2.Aspek-aspek yang dilaporkan pada laporan observasi berupa ….
A.Definisi
B.Deskripsi
C.Umum
D.Terpusat
E.Verba Penghubung


3.Observasi dapat dilakukan secara langsung dengan cara ….
A.Melihat
B.Membaca
C.Mendengarkan Informasi
D.Membaca Berita
E.Mendapatkan Berita


4.Bacalah teks laporan observasi berikut!
Bahan yang digunakan adalah 100 g daun kemangi dan 200 ml air panas. Caranya hancurkan daun kemangi, campurkan dengan air panas. Dalam air panas, aduk-aduk kemangi sehingga sarinya keluar. Lalu dinginkan
Aspek yang dilaporkan pada paragfraf di atas adalah ….
A.Berupa deskripsi bahan dan cara pembuatan
B. Berupa deskripsi kemangi.
C. Berupa deskripsi bahan pembuatan
D. Berupa deskripsi bahan dan daun kemangi
E. Berupa deskripsi daun kemangi dan air panas


5.Pernyataan umum dan aspek yang dilaporkan merupakan struktur teks dari teks …
A.Teks laporan hasil observasi
B.Teks eksposisi
C.Teks anekdot
D.Teks negosisasi
E.Teks prosedur kompleks





Mewariskan Budaya Melalui Teks Prosedur

Tujuan Pembelajaran kali ini teman-teman diharapkan mampu memahami struktur,ciri-ciri serta menelaah bahasa teks prosedur

Sumber : Gurupendidikan.com

A.Mengidentifikasi Teks Prosedur
Teks prosedur bertujuan menjelaskan kegiatan yang harus dilakukan agar pembaca/pemirsa dapat secara tepat dan akurat mengikuti sebuah proses membuat sesuatu. Atau melakukan suatu pekerjaan dan menggunakan suatu alat.

Ciri-ciri teks prosedur dari segi isinya ada tiga :
1. Panduan langkah-langkah yang harus dilakukan
2. Aturan atau batasan dalam hal/kegiatan dalam melakukan kegiatan
3. Isi kegiatan yang dilakukan secara urut

Sedangkan ciri bahasa yang digunakan :
1. Kalimat perintah,karena pada teks prosedur,pembaca berfokus untuk melakukan kegiatan
2. Diberikan saran dan larangan agar diperoleh hasil yang maksimal pada waktu menggunakan dan membuat
3. Penggunaan kata yang akurat (1kg gula pasir,2kg tepung tapioka,dll)
4. Menggunakan kelompok kalimat dengan batasan yang jelas

B.Menyimpulkan Isi Teks Prosedur
Dalam rangka menyimpulkan isi teks prosedur dapat dilakukan dengan dua tahapan :
– Menyimpulkan urutan langkah teks prosedur kegiatan
– Memperagakan hasil simpulan teks prosedur

C.Menelaah struktur dan Bahasa pada Teks Prosedur
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menelaah struktur dan bahasa pada teks prosedur :
– Penggunaan kalimat perintah
– Menggunakan bentuk pasif (untuk proses)
– Penggunaan kriteria /batasan
– Menggunakan kata keterangan cara,keterangan alat, dan keterangan tujuan pada teks prosedur
– Penggunaan kalimat saran/larangan
– Menggunakan kata penghubung
– Penggunaan akhiran –i dan akhiran –kan pada teks prosedur.

D.Menulis dan Memeragakan Teks Prosedur
Pada saat menulis teks prosedur anda harus memperhatikan struktur dari teks prosedur yaitu:
1. Judul, berupa nama benda/sesuatu yang hendak dibuat/dilakukan dan cara melakukan/ menggunakan sesuatu.
2. Pengantar yang menyatakan tujuan penulisan
3. Bahan atau alat untuk melaksanakan suatu prosedur
4. Langkah/tahapan dengan urutan yang benar

Referensi : Buku Paket Bahasa Indonesia Kemendikbud,Kelas VII Smt 1

Soal
1. Cermati teks berikut!
Untuk mematikan komputer, Anda dapat mengeklik tombol start. Kemudian pilih shutdown. Dengan menekan shutdown, komputer akan mati secara otomatis. Setelah program komputer hilang, tekanlah tombol power pada layar monitor dan stabilizer saluran listrik. Cabutlah steker listrik ke komputer untuk mengakhiri proses operasi komputer
Teks di atas merupakan teks ….
A.Laporan
B.Eksposisi
C.Anekdot
D. Prosedur
E.Negosiasi


2.Cermati kalimat berikut!
1) Selain itu, keyboard ini juga dapat digunakan di PC atau laptop
2) Dengan menggunakan teknologi laser dan infra merah,keayboard sangat berguna bagi setiap pengguna PDA
3) Sekarang telah lahir Virtual Laser Keyboard,keyboard canggih yang telah lama ditunggu-tunggu
Urutan kalimat diatas yang tepat ialah ….
A. 1-2-3
B. 2-1-3
C. 3-2-1
D. 3-1-2
E. 2-3-1


3.Perhatikan prosedur berikut dengan cermat!
Langkah-langkah membuat hiasan bordir pakaian
1) Tentukan motif sebagai model
2) Tentukan bagian pakaian yang akan dibordir
3) Buatlah gambar model pada bagian pakaian yang akan dibordir
4) Tentukan kombinasi warna benang bordir agar terlihat lebih indah
5) Bordirlah bagian tersebut setelah pakaian jadi
Perbaikan prosedur kerja yang tidak logis yang tepat adalah
A. Jadikan pakaian terlebih dahulu agar rapi
B. Bordirlah bagian tersebut sebelum pakaian jadi
C. Kombinasi hiasan bordir siap dikerjakan
D. Model ditentukan setelah membuat pola pakaian
E. Penentuan kombinasi warna bersamaan saat membuat motif


4. Bacalah kalimat-kalimat di bawah ini!
-Warga Negara Indonesia
-Berusia 17 tahun
– Membawa surat pengantar dari RT
– Fc KK
Bagian prosedur kompleks”Pembuatan KTP” di atas adalah …
A. Langkah-langkah yang harus dilakukan oleh pemohon
B. Kegiatan yang harus dilakukan oleh pemohon
C. Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh pemohon
D. Tujuan prosedur pembuatan KTP
E. Ciri-ciri pembuatan KTP


5.Cermati petunjuk kerja berikut!
1) Aktifkan blender hingga buah lumat dan homogen
2) Masukkan buah dan bahan perlengkapan ke dalam blender
3) Siapkan bahan-bahan untuk membuat jus buah
4) Hidangkan dengan dilengkapi garnis
5) Tuangkan ke dalam gelas jus
Urutan petunjuk kerja yang tepat adalah …
A. 1-2-3-4-5
B. 5-4-3-2-1
C. 3-2-1-5-4
D. 1-3-2-4-5
E. 2-4-1-3-5









Menulis Pantun Sesuai Dengan Syarat Pantun Yang Benar

Tujuan Pembelajaran kali ini adalah teman-teman dapat menulis pantun sesuai dengan syarat pantun yang benar.

Sumber : Nomis.id

Menulis Pantun Dengan Syarat-Syarat Pantun
Pantun merupakan jenis puisi lama yang sampai saat ini masih sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Menulis pantun tidak seperti menulis puisi modern, yang lebih bebas berekspresi tanpa terikat aturan tertentu. Pada zaman dahulu pantun hanya disampaikan secara lisan saja, tetapi sekarang pantun sudah ditulis ke dalam buku dan dijadikan salah satu materi pelajaran Bahasa Indonesia.
Pantun terbagi menjadi dua bagian, bagian sampiran dan isi. Bagian sampiran merupakan bagian pengatar yang berada pada dua baris pertama sebuah pantun. Sedangkan bagian isi adalah inti atau tujuan dari pantun tersebut. Dari bagian isi inilah bisa kita ketahui isi dari sebuah pantun.
Berdasarkan isinya pantun bisa dibagi menjadi :
1. Pantun Anak-Anak
2. Pantun Cinta dan Kasih Sayang
3. Pantun Adat Istiadat
4. Pantun Agama
5. Pantun Cerita
6. Pantun Nasehat
7. Pantun Pujian
Syarat-Syarat Pantun / Ciri-Ciri Pantun
Untuk membuat sebuah pantun kita harus memenuhi persyaratan yang merupakan ciri dari pantun itu sendiri. Ciri/syarat yang dimaksud adalah sebagai berikut :
1. Satu bait terdiri dari 4 baris
2. Satu baris terdiri dari 8-12 suku kata
3. Bersajak a-b-a-b
4. 2 baris pertama sebagai sampiran
5. 2 baris berikutnya sebagai isi

Contoh Pantun
Ada gula ada semut
Dari Jakarta hendak ke Badung
Jadi orang jangan suka cemberut
Coba dengarkan sebuah senandung

Burung camar di tepi pantai
Pantai indah banyak ombaknya
Jadilah kamu anak yang pandai
Sudah pasti banyak temannya

Nonton bola di atas pohon
Sambil minum  es kelapa muda
Bila kamu mau memohon
Niscaya Tuhan mengabulkannya

Referensi : Buku Paket Bahasa Indonesia Kemendikbud,Kelas VII Smt 1

Soal
Lengkapi pantun rumpang berikut!
1. Anak ayam turun sepuluh
Mati satu tinggal sembilan
……
…….
2. Jalan-jalan ke Pulau Buru
Sungguh elok mentari pagi
……
…….
3. Kalau piknik di tepi pantai
pulanglah sebelum hari senja
…….
…….
4. Tumbuh merata pohon tebu
Pergi ke pasar membeli dagang
…..
……
5. Ada monyet berjalan memutar
Jika ketemu orang membalik dipan
…….
……..








Memahami Teks Narasi dan Mencipta Teks Narasi

Tujuan Pembelajaran teman-teman diharapkan dapat memahami teks narasi serta dapat menciptakan sebuah teks narasi

A.Pengertian Teks Narasi
Narasi merupakan karangan yang berisi serangkaian peristiwa, dan masalahnya didukung oleh pelaku atau para tokoh serta memerlukan imajinasi yang disusun secara runtut. Narasi disebut juga cerita. Narasi dapat berisikan fakta, fiksi atau rekaan yang dikhayalkan oleh penulisnya. Yang berisi fakta misalnya autobiografi maupun biografi, sedangkan yang berupa fiksi adalah novel,cerpen,dan sebagainya.

Gambar 1.
(Sumber:riskiwr.id)

B.Jenis-jenis Teks Narasi
1. Narasi Ekspositori
Menurut Keraf, narasi ekspositoris adalah narasi yang memberikan informasi kepada para pembaca agar pengetahuannya bertambah luas. Narasi bertujuan untuk menggugah pikiran para pembaca untuk mengetahui apa yang diceritakan. Sasaran utamanya adalah rasio, yakni berupa pengetahuan sesudah membaca kisah tersebut. Contohnarasi ekspositoris adalah cerita perjalanan atau pengalaman.
2. Narasi Sugestif
Narasi ini adalah narasi yang menyampaikan sebuah makna kepada pembaca melalui daya khayal yang dimilikinya. Seperti halnya dengan narasi ekspositoris, narasi sugestif juga pertama-tama bertalian dengan perbuatan atau tindakan yang dirangkaikan dalam suatu kejadian/peristiwa. Contoh narasi sugestif adalah bentuk karya sastra, seperti cerpen, novel, atau dongeng.
3. Narasi Informatif
Narasi informatif adalah narasi yang memiliki tujuan secara tepat dalam penyampaian informasi mengenai sebuah peristiwa atau sesuatu hal yang mana berguna untuk memperbanyak, memperluas, atau menambah pengetahuan orang lain tentang kisah seseorang serta perjuangan hidup seseorang.Biasanya disebut dengan biografi terhadap seseorang.
4. Narasi Artistik
Narasi artistik adalah narasi yang mempunyai tujuan adalah menyampaikan suatu amanat/pesan tersembunyi yang diketahui oleh penulis dan ditujukan kepada para pembaca atau pendengar sehingga para pembaca/pendengar tampak seolah-olah melihat dengan nyata. Amanat tersebut disampaikan secara tersirat kepada pembaca sehingga pembaca dapat mengambil pelajaran.
2. Narasi Sugestif
Narasi ini adalah narasi yang menyampaikan sebuah makna kepada pembaca melalui daya khayal yang dimilikinya. Seperti halnya dengan narasi ekspositoris, narasi sugestif juga pertama-tama bertalian dengan perbuatan atau tindakan yang dirangkaikan dalam suatu kejadian/peristiwa. Contoh narasi sugestif adalah bentuk karya sastra, seperti cerpen, novel, atau dongeng.
3. Narasi Informatif
Narasi informatif adalah narasi yang memiliki tujuan secara tepat dalam penyampaian informasi mengenai sebuah peristiwa atau sesuatu hal yang mana berguna untuk memperbanyak, memperluas, atau menambah pengetahuan orang lain tentang kisah seseorang serta perjuangan hidup seseorang.Biasanya disebut dengan biografi terhadap seseorang.
4. Narasi Artistik
Narasi artistik adalah narasi yang mempunyai tujuan adalah menyampaikan suatu amanat/pesan tersembunyi yang diketahui oleh penulis dan ditujukan kepada para pembaca atau pendengar sehingga para pembaca/pendengar tampak seolah-olah melihat dengan nyata. Amanat tersebut disampaikan secara tersirat kepada pembaca sehingga pembaca dapat mengambil pelajaran.

C.Ciri-ciri Teks Narasi
Teks narasi adalah teks yang di dalamnya menceritakan suatu kejadian secara runtut sesuai urutan waktu (kronologis). Narasi mempunyai ciri,yaitu sebagai berikut :
a. Disusun dalam urutan waktu yang jelas.
b. Susunan lebih secara kronologis.
c. Adanya unsur rangkaian waktu, informatif.
d. Adanya sudut pandang penulis.

D.Struktur Teks Narasi
Struktur teks narasi terbagi menjadi 4 (empat) bagian, yaitu pengenalan, awal pertikaian, klimaks, dan penyelesaian,yaitu sebagai berikut :
1. Pengenalan: bagian permulaan dari teks narasi yang meliputi pengenalan tokoh, latar, suasana, dan unsur-unsur lainnya.
2. Awal pertikaian: bagian teks narasi yang berisi konflik atau permasalahan awal mulai dituliskan oleh pengarang.
3. Klimaks (puncak pertikaian): bagian yang berisi ilustrasi atas konflik-konflik utama atau inti dari sebuah cerita.
4. Antiklimaks (penyelesaian): bagian teks/paragraf narasi yang berisi mengenai penyelesaian atas konflik yang terjadi dalam cerita dan sebagai penanda bahwa cerita akan berakhir.

Sumber :
digilib.unila.ac.id