Pembacaan teks proklamasi kemerdekaan

Tujuan Pembelajaran : rekan rencang sinau dapat mengetahui proklamasi Indonesia

Hasil gambar untuk gambar perumusan teks proklamasi

Pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan menurut rencana Sukarno akan dilakukan di Lapangan Ikada, namun dialihkan di rumah Sukarno, Jl. Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta. Penyebab dialihkannya tempat tersebut karena di Lapangan Ikada telah berkumpul pasukan Jepang dengan senjata lengkap. Upacara proklamasi dihadiri oleh sejumlah tokoh bangsa Indonesia dengan pengawalan para pemuda.

Upacara dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan tata urutannya adalah berikut ini:

  1. Sambutan yang dilakukan oleh dua anggota panitia.
  2. Sambutan yang dilakukan oleh Mohammad Hatta
  3. Pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan yang dilakukan oleh Sukarno
  4. Pengibaran bendera Merah Putih oleh Latief Hendraningrat dan Suhud, yang dengan spontan para hadirin menyanyikan lagu “Indonesia Raya”

Lamanya upacara proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah satu jam. Walaupun sederhana dan singkat, peristiwa tersebut merupakan tanda terbentuknya bangsa dan negara Indonesia yang merdeka. Tiang bendera adalah terbuat dari bambu yang diberi tali kemudian ditanam di teras rumah Sukarno. Penjahit bendera dilakukan oleh Fatmawati Sukarno, dengan bentuk dan juga ukuran yang tidak standar. Sedangkan untuk mikrofon dan pengeras suara pinjam dari toko elektronik.

Penyebarluasan berita kemerdekaan Indonesia

Teks Proklamasi yang telah diumumkan oleh Sukarno tanggal 17 Agustus 1945 tersebut, beberapa saat kemudian telah berhasil diselundupkan ke Kantor Pusat Pemberitaan Pemerintah Jepang Domei (Sekarang Kantor Berita Antara) yang dilakukan oleh Adam Malik, Rinto Alwi, Asa Bafaqih, dan P. Lubis. Pada sekitar pukul 18.30 WIB tanggal 17 Agustus 1945, wartawan Kantor Berita Domei Syahruddin telah berhasil masuk ke gedung siaran Radio Hoso Kanzi (sekarang RRI) dalam rangka untuk menyerahkannya kepada petugas telekomunikasi (markonis) yaitu F. Wuz supaya dilakukan penyiaran berita proklamasi tersebut secara berulang-ulang. Penyebaran berita proklamasi kemerdekaan juga dengan memakai media surat kabar, antara lain : Harian Suara Asia di Surabaya yang merupakan koran pertama yang menyiarkan proklamasi, dan Harian Cahaya Bandung. Para pemuda yang melakukan perjuangan melalui jalur surat kabar yaitu : BM Diah, Sukarjo Wiryopranoto, Iwa Kusumasumatri, Ki Hajar Dewantara, Sayuti Melik, Sutan Syahrir, Madikin Wonohito, Sumanang S.H., Manai Sophian, Otto Iskandar Dinata, G.S.S.J Ratulangi, Adam Malik, Ali Hasyim, dan lain-lain. Penyebaran berita proklamasi juga memanfaatkan pengerahan massa, penyampaian dengan cara dari mulut ke mulut, penyebaran dengan menggunakan pamflet, dan corat-coret di tembok ataupun pada tempat lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *